Home >> DPR >> Sidang Paripurna DPR Kecam Aksi Teror Bom Molotov di Samarinda

Sidang Paripurna DPR Kecam Aksi Teror Bom Molotov di Samarinda

Ketua DPR RI Ade Komarudin menyampaikan simpati dan duka mendalam kepada para korban peristiwa aksi teror pelemparan Bom Molotov di Saraminda, Kalimatan Timur. Hal itu disampaikan saat pembacaan pidato pembukaan sidang paripurna DPR masa sidang II tahun 2016/2017.

“DPR mengutuk pelaku aksi tersebut, dan berharap kepolisan dapat segera bertindak tegas dan mengusut tuntas kasus tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Akom tersebut di Ruang Paripurna, Senayan, Jakarta, Rabu (16/11/2016).

DPR juga turut berduka yang sedalam-dalamnya atas tengelamnya kapal speedboat di Batam yang mengangkut 101 pekerja migran ilegal yang di deportasi dari Malaysia yang menimbulkan korban jiwa. Juga terjadinya bencana alam di banyak daerah, seperti Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

Atas kejadian itu, DPR mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan dan penjagaan di jalur pelintasan pekerja migran. Dan terkait bencana alam DPR mendesak pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dalam pembangunan, sehingga dapat mengurangi resiko bencana ke depannya.

Akom juga menyampaikan, DPR telah menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) yang intinya mendukung program 35.000 Mega Watt dengan fokus energi baru terbarukan, khususnya energi panas bumi.

“DPR mengimbau Pemerintah mempercepat disahkannya Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengusahaan Panas Bumi,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini juga menyampaikan DPR menghormati aksi damai 4 November 2016 yang dilakukan oleh para Ulama, Kyai, dan Ustadz, serta umat Islam secara keseluruhan. Namun, DPR menyayangkan terjadinya kerusuhan pasca-aksi damai tersebut.

“DPR mengharapkan Kepolisian dan Pemerintah dapat lebih menjaga keamanan masyarakat tanpa menimbulkan korban dan berharap proses penengakan hukum yang transparan dan adil terhadap kasus yang menjadi tuntutan masyarakt,”tuturnya.

Dalam masa sidang ini, sambung Akom, DPR akan menerima kedatangan Perdana Menteri Kerajaan Belanda dalam rangka memepererat hubungan bilateral kedua negara dalam berbagai bidang. DPR juga akan menerima kunjungan ketua parlemen Libanon, Nabih Berri, guna memeprerat kerjsama antar parlemen Indoneisa dan Libanon. (AW/Red)

About Redaksi 4 Pilar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *