Home >> DPR >> Fraksi DPR Sampaikan Pandangan terhadap RAPBN 2017 di Rapat Paripurna
foto : wahid

Fraksi DPR Sampaikan Pandangan terhadap RAPBN 2017 di Rapat Paripurna

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) menggelar Rapat Paripurna masa sidang V, Kamis (26/05/2015). Rapat Paripurna tersebut membahas dua agenda.

Pertama, pandangan fraksi-fraksi DPR RI atas materi yang disampaikan pemerintah, tentang pokok-pokok pembicaraan pendahuluan penyusunan Rancangan Anggarann Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2017 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2017.

Kedua, pendapat fraksi-fraksi dan pengambilan keputusan terhadap Rancangan Undang-Undang usul insisiatif komisi VIII DPR RI tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah menjadi RUU di DPR.

Pandangan fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan Agustina Wilujeng Pramestuti menjelaskan, derasnya arus investasi yang sedang berlangsung dalam konteks pembangunan nasional hendaknya tidak mengesampingkan pembangunan sosial. Selain itu, pemerintah hendaknya berpedoman pada UUD 1945 dalam melaksanakan pembangunan nasional.

“Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur, hendaknya pembangunan sosial tidak dikesampingkan. Diharapkan Pemerintah dapat memfokuskan RAPBN 2017 pada program kerakyatan,” kata Agustina Wilujeng.

Selain itu, agustina mengatakan fraksi PDI Perjuangan mendukung program pengampunan pajak (tax amnesty) dengan syarat dapat memberi rasa keadilan bagi rakyat.

Sementara dari Fraksi Partai Golkar Hamka B Kady menyampaikan pemerintah perlu menyusun RAPBN secara lebih realistis mengingat ekonomi dunia diprediksi tumbuh 5,3 persen.

Dari fraksi Partai Demokrat Wahyu Sanjaya memaparkan, target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah sebesar 5,3 hingga 5,9 persen dinilai terlalu optimis.

“Kita tahu kondisi domestik kinerjanya belum baik, Partai Demokrat melihat target pertumbuhan terlalu optimis, namun kami tetap berharap agar APBN 2017 dapat dimanfaatkan untuk program rakyat,” katanya.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam pidatonya mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada level 5,3-5,9 %. Menurut Bambang, hal tersebut  dipengaruhi pertumbuhan ekonomi global yang masih melambat.

“Beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi global masih menunjukkan kinerja yang melambat, sebagian akibat dari proses pemulihan di negara-negara maju yang belum optimal,” kata Bambang di gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/05/2016).

Sementara itu, menurut Bambang asumsi pemerintah terkait inflasi dalam RAPBN 2017  sebesar 4% plus minus 1%. Sedangkan nilai tukar dipatok pada kisaran Rp 13.650-Rp 13.900/US$.

Bambang menyatakan, harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) di tahun depan berkisar US$ 35-US$ 45 per barel.

Sementara, target produksi minyak atau lifting diturunkan menjadi 740 ribu hingga 760 ribu barel per hari (bph). Pada tahun ini targetnya 830 ribu bph.

“Investasi untuk kegiatan eksplorasi migas terkendala harga minyak yang masih rendah,” kata Bambang melanjutkan pidatonya.

(AW/Red)

 

 

 

About Redaksi 4 Pilar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *