Home >> ARSIP >> Pidato Lengkap Megawati Soekarnoputeri, “PDI Perjuangan Rumah Kebangsaan untuk Indonesia Raya”
Megawati Soekarnoputeri menyampaikan pidato politiknya di peringatan HUT ke 44 PDI Perjuangan , di JCC Senayan, Jakarta.

Pidato Lengkap Megawati Soekarnoputeri, “PDI Perjuangan Rumah Kebangsaan untuk Indonesia Raya”

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,

Om Swastyastu,

Namo Buddhaya.

Sebelumnya, marilah kita terlebih dahulu bersama-sama memekikkan salam nasional kita.

Merdeka !!!  Merdeka !!!

Yang saya hormati, Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dan Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Bapak Zulkifli Hasan, sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional;

Ketua DPR RI, Bapak Setya Novanto dan sekaligus Ketua Umum Partai Golkar;

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Bapak Muhaimin Iskandar;

Ketua Umum Partai Nasdem, Bapak Surya Paloh;

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Bapak Muhammad Romahurmuziy;

Ketua Umum Partai Hanura, Bapak Osman Sapta;

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Bapak A.M. Hendropriyono;

Para Menteri Koordinator, dan Para Menteri Kabinet Kerja yang hadir di acara ini;

Said Agil Siraj, Ketua Umum Tanfidziah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama;

Yang saya hormati senior Partai, Bapak AP Batu Bara;

Seluruh kader Partai; teman-teman pers dan hadirin yang mohon maaf saya tidak bisa sebut satu persatu.

 

Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala, sehingga PDI Perjuangan mampu melewati berbagai ujian sejarah selama 44 tahun. Pasang naik dan pasang surut sebagai sebuah partai politik, telah kami lalui. Saya sebagai Ketua Umum pada hari ini, ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka yang memilih berada dalam gerbong perjuangan bersama. Terima kasih kepada mereka yang tetap setia, meski kadang Partai ini mendapat terpaan gelombang yang begitu dahsyat. Mereka selalu ada, tidak hanya ketika Partai ini sedang berkibar, namun justru memperlihatkan kesetiaannya ketika Partai berada dalam posisi yang sulit.  Ijinkan saya memberikan penghormatan, dan penghargaan sebesar-besarnya, kepada antara lain Bapak Jacob Nuwa Wea, Bapak Alexander Litaay, dan Bapak Mangara Siahaan, dan masih banyak yang lain, yang tidak bisa saya sebut satu per satu. Mereka telah mendahului kita menghadap Sang Khalik sebagai pejuang Partai.  Mereka tidak hanya ada dalam sejarah hidup saya, namun juga adalah tokoh-tokoh yang berjuang mempertahankan Partai ini sebagai partai ideologis. Kesetiaan yang mereka tunjukan sepanjang hidup kepartaian, bagi saya adalah bentuk kesetiaan ideologis, yang sudah seharusnya dihayati, dan dijalankan oleh setiap kader Partai.

Hadirin yang saya muliakan,

Dari awal mula saya membangun Partai ini, tanpa ragu saya telah menyatakan dan memperjuangkan, bahwa PDI Perjuangan adalah partai ideologis, dengan ideologi Pancasila 1 Juni 1945. Syukur alhamdulillah, pada tanggal 1 Juni tahun 2016 yang lalu, Presiden Jokowi telah menetapkan 1 Juni 1945 sebagai hari lahirnya Pancasila. Terima kasih Bapak Presiden. Artinya, secara resmi negara telah mengakui, bahwa Pancasila 1 Juni 1945 sebagai ideologi bangsa Indonesia.

About Redaksi 4 Pilar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *