Home >> NEWS >> Perludem Sarankan Pembahasan RUU Pemilu Lebih Cepat dan Fokus
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. Foto: kompas.com

Perludem Sarankan Pembahasan RUU Pemilu Lebih Cepat dan Fokus

Ketua Perludem Titi Anggraini, mengatakan, pihaknya pesimis Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penyelenggaraan Pemilu bisa selesai sebelum Juni 2017.

Menurutnya, pembahasan terkait mekanisme pemilu tersebut masih gamang, dan melebar ke pembahasan yang tak perlu. Hal ini membuat RUU itu sukar diselesaikan tepat waktu.

“Kalau pembahasan mekanismenya enggak jelas, melebar ke mana-mana, ya kita pesimistis tepat waktu,” tuturnya di Jakarta, Minggu (6/11/2016).

Titi menjelaskan, mestinya pembahasan RUU penyelenggaraan pemilu lebih fokus pada beberapa hal seperti tahapan pemilu, penegakan hukum, pencalonan presiden, dan kelemahan fundamental seperti dalam alokasi kursi dan persoalan daerah pemilihan (dapil) anggota DPR.

“Jadi itu yang harus disesuaikan, sinkronisasi aturan Pileg, Pilpres dan penyelenggara pemilu sebagai dampak penggabungan pemilu legislatif dan Pilpres, juga dampak dari penggabungan tiga substansi UU dalam satu UU yaitu UU Penyelenggaraan Pemilu, UU Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD, serta terakhir UU Pemilu Presiden dan Wakil Presiden,” sambungnya.

Mekanisme soal dapil menurutnya, tidak bisa dibikin secara terlampir sebagaimana di dalam RUU tersebut. Mekanisme perdapilan anggota DPR harus diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan tidak lagi menjadi lempiran Undang-Undang.

Titi menegaskan, jika mekanisme dapil anggota DPR dibuat secara terlampir maka berpotensi terjadi praktik gerry mandering. Artinya pembentukan dapil bisa menguntungkan parpol atau kandidat tertentu. (AW/Red)

About Redaksi 4 Pilar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *