Home >> MPR >> Implementasi Pancasila Meneguhkan Pemahaman Agama yang Toleran
Abidin Fikri (berdiri) menyampaikan materi empat pilar MPR RI

Implementasi Pancasila Meneguhkan Pemahaman Agama yang Toleran

Perbedaan suku, bahasa dan agama sejatinya dapat menjadi kekuatan sekaligus khazanah kekayaan ragam budaya Indonesia.  Namun, perbedaan tersebut dapat menjadi ancaman yang merusak sendi persatuan dan kesatuan Indonesia bila tidak dilandasi semangat toleransi. Terutama toleransi dalam perbedaan agama.

Demikian pernyataan anggota MPR RI Abidin Fikri dalam kegiatan sosialisasi empat pilar MPR  di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Bojonegoro-Jawa Timur, Senin (13/06/2016).

Mengutip pidato Bung Karno tentang Pancasila 1 Juni 1945, Abidin menjelaskan toleransi dalam agama berarti menghormati setiap pemeluk agama untuk menjalankan ibadah sesuai ajaran masing-masing tanpa adanya egoisme agama.

“Masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al-masih, yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad, orang Buddha menjalankan ibadahnya menurut kitab-kitab yang ada padanya,” kata Abidin mengutip teks pidato Pancasila 1 Juni.

Menurut Abidin, dalam pidato Pancasila 1 Juni tersebut Bung Karno juga mengajak rakyat Indonesia untuk bertuhan secara kebudayaan.

“Ketuhanan yang berkebudayaan menurut Bung Karno ialah ketuhanan yang berbudi pekerti yang luhur, ketuhanan yang berkeadaban, ketuhanan yang hormat-menghormati satu sama lain.” ujar Abidin.

Abidin menambahkan, dalam teks Pancasila 1 Juni tersebut Bung Karno juga memaparkan bahwa Nabi Muhammad dan Nabi Isa telah memberikan bukti tentang praktek menghormati agama-agama lain.

Lebih jauh dijelaskan Abidin, dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 29 disebutkan bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaan itu.

“UUD 1945 telah memberi dasar bagi kebebasan dan toleransi dalam menjalankan ibadah masing-masing pemeluk agama,” kata Abidin. (AW/Red)

 

.

 

 

 

 

About Redaksi 4 Pilar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *