Home >> NEWS >> Hadapi Pemilu, PDI Perjuangan Rekrut dan Latih 470.000 Saksi

Hadapi Pemilu, PDI Perjuangan Rekrut dan Latih 470.000 Saksi

PDI Perjuangan punya strategi khusus untuk menang dalam pemilihan legislatif, pemilihan presiden dan pemilihan kepada daerah. Salah satunya dengan membentuk dan melatih para saksi.

Wakil Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Pusat PDI Perjuangan, Eko Sigit Rukminto Kurniawan mengatakan, pelatihan kepada saksi di daerah itu agar selalu siap dalam menghadapi pemilihan umum.

“Untuk memperkuat konsolidasi dari pusat sampai ke daerah, maka PDI Perjuangan membentuk Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) yang dirumuskan dalam Kongres di Bali dan dimasukkan dalam AD/ART partai. Kedudukan BSPN adalah bersifat permanen, di mana setiap saksi yang direkrut dan dilatih diberikan kartu tanda anggota (KTA) sebagai kader PDI Perjuangan. Selain saksi, ada pelatih saksi juga otomatis menjadi kader partai,” ucap Kurniawan usai memberikan materi training of trainer kepada sejumlah saksi PDI Perjuangan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (11/11/2016),

Dibentuknya BSPN itu, lanjut dia,  untuk menghadapi Pilkada serentak di 101 daerah kabupaten dan kota dan empat gubernur di Indonesia pada 2017 mendatang. Selain itu juga, pada tahun 2018, sekitar 70 persen pemilihan gubernur (pilgub) serta pemilu legislatif yang bersamaan dengan pemilu presiden pada 2019.

“Kami tidak bicara soal kalah atau menang, tapi konsolidasi ke depan harus diperkuat sehingga PDI Perjuangan harus melakukan pengorganisasian yang bersifat permanen yang disebut BSPN,” katanya.

Menurut Kurniawan, agenda pemilu 2019 yakni mendesak PDI Perjuangan untuk bergerak cepat dengan membentuk organisasi yang mengatur saksi-saksi pemilu yang bersifat permanen. Sebab, setiap saksi yang rekrut dengan sendirinya menjadi pengurus BSPN dan juga kader partai.

PDI Perjuangan menginginkan adanya pemilu yang valid, sebab jika terjadi sengketa pemilu maka yang dibutuhkan adalah dokumen proses pemilu yang sesuai dengan regulasi.

Hingga saat ini, PDI Perjuangan sudah merekrut 470.000 saksi di seluruh Indonesia ditambah dengan 36.000 orang pelatih saksi.

“Para saksi dilatih dengan sistem simulasi dan juga dibekali bila ada keberatan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Para saksi juga tidak ada hubungan dengan kalah atau menang, namun PDI Perjuangan hanya menyelesaikan “pekerjaan rumah” yakni konsolidasi kader sebagai ujung tombak kekuatan partai,”jelasnya.

Pada pemilu tahun-tahun sebelumnya, saksi yang direkrut adalah inisiatif caleg sehingga tidak jarang menimbulkan masalah yang rumit dan merugikan partai.

“Kami akan tegaskan, pada saat pemungutan suara maka siapa pun dia, dilarang masuk ke dalam TPS selain saksi dan anggota PPS serta pemilih,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD I PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yunus Takandewa menjelaskan bahwa, saksi pemilu dianggap sebagai perangkat utama dalam menyelamatkan hak politik rakyat.

Yunus menjelaskan, pada 2017 mendatang ada tiga daerah yang menggelar Pilkada serentak di NTT yakni Kabupaten Flores Timur, Lembata, dan Kota Kupang. PDI Perjuangan menargetkan meraih kemenangan di tiga daerah tersebut dengan persiapan yang matang termasuk kesiapan saksi-saksi disetiap TPS.

“Untuk menang di Kabupaten Flores Timur, Lembata, dan Kota Kupang maka kami harus perkuat konsolidasi termasuk kesiapan saksi-saksi,” kata dia. (AW/Red)

About Redaksi 4 Pilar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *