Home >> DPR >> Golkar Jadi Mitra Pemerintah, Politisi PDIP Anggap sebagai Rahmat Tuhan
Hendrawan Supratiko (kedua dari kiri) di forum diskusi DPR RI

Golkar Jadi Mitra Pemerintah, Politisi PDIP Anggap sebagai Rahmat Tuhan

Bergabungnya Partai Golkar sebagai pendukung Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapat sejumlah tanggapan dari berbagai pihak. Bahkan, sejumlah kalangan menilai PDI Perjuangan sebagai partai pengusung Jokowi-Jk dalam Pilpres lalu sedang merasa deg-degan. Pasalnya, sejumlah kalangan menilai, salto politik yang dilakukan partai berlogo pohon beringin tersebut dapat meraih simpati sang presiden  dan mengganggu hubungan baik antara Presiden Jokowi dengan PDI Perjuangan.

Politisi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menepis anggapan tersebut. Menurut Hendrawan bergabung Partai Golkar sebagai pendukung pemerintah merupakan suatu rahmat. Sebab menurut Hendrawan, Partai Golkar memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola kekuasaan. Sementara PDI Perjuanga konsisten mengkritisi kekuasaan.  Hal tersebut menurut Hendrawan merupakan perpaduan antara konsistensi dan flexibilitas.

“Kami kira ini sebagai rahmat. Konsistensi dan flexibility bisa dimainkan ini luar biasa,” kata Hendrawan dalam diskusi bertajuk “ Quo Vadis Golkar di Parlemen dan Pemerintahan” di gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/05/2016).

Hendrawan menilai, stabilitas politik akan semakin baik dengan bergabungnya Partai Golkar ke pemerintah. “Dari pernyataan Golkar bergabung ke pemerintah, saya melihat stabilitas politik akan lebih baik,” ujarnya.

Terkait sikap Partai Golkar yang mendukung pencalonan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang, Hendrawan mengatakan hal tersebut merupakan hal positif sebab dapat menciptakan tatanan politik yang lebih predictable (diperkirakan) dan mengurangi kejutan dan kegaduhan politik.

baca : Setya Novanto Tegaskan Dukung Jokowi di Pilpres 2019

“Berarti Golkar hendak mengurangi kejutan dan kegaduhan politik,” papar Hendrawan.

Hendrawan mengaku senang Partai Golkar mencalonkan Presiden Jokowi di tahun 2019 mendatang. Namun menurut Hendrawan, rakyat juga mengetahui DNA Presiden Jokowi lebih dekat dengan PDI Perjuangan sebagai representasi partai wong cilik.

“tapi kan rakyat tau, DNA nya Jokowi itu marhaenis. Rakyat mengasosiasikanpak Jokowi itu dengan perjuangan kaum kecil,” tandasnya. (AW/Red)

 

 

 

About Redaksi 4 Pilar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *