Home >> NEWS >> Gelar Upacara Kemerdekaan, Ribuan Petani Kendeng Tak Ingin Kehilangan Tanah

Gelar Upacara Kemerdekaan, Ribuan Petani Kendeng Tak Ingin Kehilangan Tanah

Sedikitnya dua ribu petani Kendeng turut merayakan hari kemerdekaan Indonesia dengan melakukan upacara bendera. Upacara tersebut dilangsungkan di Kali Kedung Jurung, Desa Karangngawen, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa tengah.

Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) Gunretno mengatakan, para petani Kendeng sengaja memilih Kali Kedung Jurug sebagai tempat pelaksanaan upacara kemerdekaan lantaran lokasi tersebut akan dijadikan lokasi tambang dan tapak pabrik semen.

“Upacara penuh hikmat yang diadakan di atas sumber mata air ini, menjadi simbol semangat kami yang terus mengalir tiada henti untuk menyelamatkannya sekaligus menjadi saksi bahwa daerah kami yang sangat subur dan produktif ini sangat tidak layak untuk pertambangan,” ujar Gunretno melalui siaran persnya, Rabu, (17/8/2016).

Selain upacara, para petani Kendeng juga menggelar sedekah bumi sebagai ungkapan syukur atas nikmat kemerdekaan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Lantunan doa kami panjatkan semoga “kemerdekaan sejati” bisa dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke sebagaimana telah diamanatkan oleh Founding Father dalam UUD 45 dan Pancasila,” lanjutnya.

Makna kemerdekaan bagi para petani Kendeng, lanjut Gunretno adalah kedaulatan atas lahannya untuk terus bercocok tanam. Oleh karenanya, para petani Kendeng berharap tidak kehilangan tanahnya sebagai akibat pembangunan pabrik semen.

“Rencana ekspansi pabrik semen di Pegunungan Kendeng yang berada di beberapa kabupaten, mulai dari Rembang, Pati, Grobogan, Blora sungguh mengoyak nurani kami sebagai petani,” ungkapnya.

Gunretno mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan untuk menghentikan semua izin pertambangan di wilayah Pegunungan Kendeng (5 kabupaten) selama proses KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis).

“Bukti bahwa Pak Jokowi masih bersama petani, masih bersama rakyat Kendeng,” pungkasnya. (AW/Red)

About Redaksi 4 Pilar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *