Home >> Top News >> Calon Walikota Salatiga Dari PDI-P Janjikan Kebutuhan Dasar Pendidikan Gratis SD dan SMP

Calon Walikota Salatiga Dari PDI-P Janjikan Kebutuhan Dasar Pendidikan Gratis SD dan SMP

Calon Walikota Salatiga Agus Rudianto janjikan program pendidikan gratis untuk siswa SD dan SMP. Bahkan kebutuhan dasar siswa sekolah seperti seragam, topi, tas, sepatu dibiayai oleh APBD Kota Salatiga.

“Menggratiskan biaya pendidikan SD sampai SMP dan melengkapi fasilitas. Seperti baju seragam, topi, tas, sepatu dibiayai oleh APBD Kota Salatiga. Ini untuk meringankan beban masyarakat terutama dari keluarga yang tidak mampu “. ujar Rudi pria yang berkumis tebal ini di rumah Tegalrejo Tengah, Kecamatan Argo Mulyo, Kota Salatiga, Rabu, (18 /1/ 2017) .

Rudi menjelaskan untuk SMA dan SMK menjadi kompetensi dari Gubernur Jawa Tengah. Namun pendidikan untuk SD dan SMP adalah menjadi kompetens Walikota. Kota Batu di Jawa Timur saja mampu kok. Salatiga tentu juga mampu. Tinggal bagaimana nanti pemimpinnya berani mengambil keputusan itu atau tidak.

Kota Salatiga yang alokasi pendidikannya cukup besar atau setara sekitar Rp 2 juta per siswa di tiap bulan, hingga saat ini belum mampu menggratiskan beban biaya sekolah, mulai dari tingkat SD dan SMP. Padahal kami hitung-hitung, Salatiga sangat mampu untuk merealisasikan siswa bersekolah gratis tanpa pungutan bulanan,” ucapnya.

Sebagai contoh, lanjutnya, yakni di Kota Batu Malang Jawa Timur. Pemerintah di kota tersebut tiap bulan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 120.000 per anak. Di tiap bulan, tiap siswa tidak akan dibebani uang trikan bulanan (SPP), seragam, maupun perlengkapan pendukung lainnya. Padahal di kota tersebut hanya memperoleh anggaran yang disetarakan menjadi sekitar Rp 800.000 per siswa.

Saya dan Pak Dance ( calon Wakil Walikota pasangan Agus Rudianto) sempat menghitung. Misal sementara di tingkat SD dan SMP, hanya butuh alokasi sekitar Rp 17 miliar. Untuk siswa SD yang berjumlah total sekitar 17.000 siswa yakni Rp 40.000 per anak. Lalu 11.000 siswa SMP masing-masing memperoleh Rp 60.000 per bulan. Jadi Kota Salatiga ini mampu. Sekali lagi, tinggal pemimpinnya itu mau tidak memutuskan. Berani tidak membuat perubahan di Kota Salatiga ini. ucapnya.

About Redaksi 4 Pilar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *