Home >> DPR >> Banyak Hakim Terjerat Korupsi, RUU Jabatan Hakim Diharapkan Jadi Solusi
ilustrasi www.antikorupsi.org

Banyak Hakim Terjerat Korupsi, RUU Jabatan Hakim Diharapkan Jadi Solusi

Pengamat hukum STIH Jentera Jakarta Bivitri Susanti mengatakan, hingga saat ini kurang lebih terdapat 38 hakim dan penitera yang menjadi tersangka. Hal tersebut menurut Bivitri karena dunia peradilan di Indonesia telah dikuasai oleh mafia peradilan.

“Apapun yang kita mau, bisa diatur oleh mafia peradilan atau palu gada istilahnya,” katanya dalam diskusi publik “ Mahkamah Agung dan Mafia Peradilan” di kantor MMD Initiatif, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Sementara itu, pakar hukum Universitas Gadjah Mada Eddy OS Hiariej mengatakan, sistem karir seorang hakim di Indonesia sangat tidak jelas. Ia mengisahkan seorang mantan Kapolri yang setelah pensiun dari dunia polisi kemudian memilih menjadi pengacara.

“Bisa bayangkan matan Kapolri yang setelah pensiun jadi pengacara, kan gampang kalo kliennya yang ditahan dia tinggal telpon Kapolresnya,” kata Eddy.

Iya juga mengatakan, hanya di dunia peradilan Indonesia terdapat istlah pengadilan basah, pengadilan kering dan pengadilan setengah basah.

“Ini sering dijadikan alat nakut-nakutii soal pemindahan atau mutasi,” tambahnya.

Secara terpisah, Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman mengatakan, RUU Jabatan Hakim mengatur terkait proses mutasi, promosi dan lain-lain.

“Jabatan hakim itu memang ada empat  poin krusial sebenarnya ya. Pertama, dari sisi manajemen hakim itu sendiri. Manajemen hakim terdiri dari promosi, mutasi, demosi dsb.

Supratman menegaskan, melalui RUU Jabatan Hakim tersebut DPR ingin pengelolaan hakim menjadi lebih baik.

“Sekaligus bisa mengeliminir hal-hal yang berkaitan dengan temuan-temuan yang berkaitan dengan tindak pidana suap yang terjadi beberapa hari belakangan ini,” tandasnya. (AW/Red)

 

About Redaksi 4 Pilar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *