Home >> MPR >> Abidin Fikri Jelaskan Pancasila 1 Juni Pada Pengurus Ranting PDIP
sosialisasi empat pilar MPR sekaligus pelantikan pengurus Ranting PDI Perjuangan Merakurak, Tuban. foto : Murtadho

Abidin Fikri Jelaskan Pancasila 1 Juni Pada Pengurus Ranting PDIP

Tanggal 1 Juni telah ditetapkan sebagai hari lahir Pancasila oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016. Penetapan tersebut  menurut Anggota Majelis Permusyawartan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Abidin Fikri, merujuk pada pidato Bung Karno tentang Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia merdeka pada 1 Juni 1945 di hadapan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUKI).

Hal itu disampaikan Abidin dalam rangka sosialisasi empat pilar MPR sekaligus pelantikan Pengurus Ranting PDI Perjuangan se Kecamatan Merakurak, Tuban, Jawa Timur, Minggu (25/9/2016).

“Pancasila adalah jawaban Bung Karno terhadap pertanyaan ketua BPUPKI dr. Radjiman Wedyodiningrat tentang dasar negara Indonesia merdeka,” katanya.

Abidin menerangkan, dalam sidang BPUPKI tersebut Bung Karno menguraikan  lima prinsip dasar Pancasila yang terdiri dari : Pertama,  Kebangsaan atau Nasionalisme; Kedua, Kemanusiaan atau Internasionalisme; Ketiga, Mufakat atau Demokrasi; Keempat, Kesejahteraan Sosial; Kelima, Ketuhanan yang berkebudayaan.

Nasionalisme dalam pandangan Bung Karno lanjut Abidin, adalah faham kebangsaan yang tidak berwatak kesukuan atau chauvinist serta mendasarkan diri pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Lebih jauh, faham nasionalisme Bung Karno menurut Abidin mengandung spirit persatuan nasional dengan latar belakang kesamaan nasib sebagai bangsa jajahan serta kesamaan perangai.

“Perasaan senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa perlu kita rajut untuk mempekokoh persatuan di tengah tantangan dan ancaman disintegrasi dewasa ini,” terangnya.

Selain itu Abidin mengatakan, ditetapkannya hari Pancasila  menandai bahwa antara Pancasila 1 Juni, Piagam Jakarta 22 Juni 1945, serta pembukaan Undang-Undang Dasar yang ditetapkan pada 18 Agustus 1945, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

“Artinya lahirnya Piagam Jakarta yang kemudian menjadi pembukaan UUD 1945  itu karena adanya atau berdasar pada Pancasila 1 Juni 1945 yang digagas Bung Karno,” tegas politis PDIP tersebut. (AW/Red)

About Redaksi 4 Pilar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *