Home >> NEWS >> 31 Ormas Bacakan Sumpah Setia Mengawal dan Mengamalkan Pancasila

31 Ormas Bacakan Sumpah Setia Mengawal dan Mengamalkan Pancasila

 

“Akhirnya kami dengan ini menyatakan ikrar dan sumpah setia untuk terus mengawal dan mengamalkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara yang final”


 

Sebanyak 31 ormas membaca “Komunike Bersama” sebagai wujud kesetiaan mengawal dan mengamalkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara Republik Indonesia  yang final pada acara bertajuk ‘Indonesia Bersyukur’  di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (1/6/2016/).

Pembacaan itu dipimpin oleh Ketua Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI), Chairil.

Adapun organisasi-organisasi itu antara lain PBNU, MPH-PGI, Presidium KWI, PH PHDI, DPP Walubi, DP Matakin, PP GP Ansor, DPP Gemabudhi, DPP PA GMNI, DPP GAMKI, PP Pemuda Katolik.

Selain itu juga ada DPN Peradah, PP GM FKPPI, DPP PDI 1947, Presidium KAHMI, PB IKA PMII, PN PS GMKI, Presidium Pusat Forkoma PMKRI, DPN IARMI, PB PMII, PB HMI, Presidium GMNI, PP GMKI, Presidium Pusat PMKRI, PP KMHDI, PP Hikmahbudhi, PP Gemaku, DPP IPTI, DPP Mapancas, DPP Perwanas, dan DPP Gema MA.

 

Berikut isi dari Komunike Bersama tersebut :

Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah hasil perjuangan seluruh komponen bangsa dengan segenap pemikiran, keringat, darah dan air mata. Maha karya perjuangan para pendiri bangsa dan negara Indonesia itulah yang kemudian mewariskan Negara Republik Indonesia yang merdeka, bersatu dan berdaulat berdasarkan Pancasila.

Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara Republik Indonesia adalah kristalisasi ide, gagarasan dan kehendak para pendiri bangsa yang dirumuskan oleh Badan Penyelidik Usaha-Usaha PersiapaN Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang telah menyelenggarakan sidang yang pertama pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945.

Bahwa untuk pertama kalinya, Pancasila dipidatokan Ir. Soekarno, anggota resmi sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945 sebagai jawaban atas pertanyaan Ketua Sidang BPUPKI Radjiman Wedyodiningrat tentang apakah dasar negara Indonesia jika merdeka kelak. Pidato Soekarno yang sangat monumental berisi tentang lima dasar Indonesia merdeka yang diberi nama Pancasila. Pidato Soekarno tersebut kemudian diterima secara aklamasi oleh peserta sidang BPUPKI.

Selanjutnya, Pancasila dibahas oleh Panitia Sembilan yang beranggotakan Soekarno, Muhammad Hatta, Muhammad Yamin, AA Maramis, Achmad Soebardjo, KH Wachid Hasyim, KH Kahar Muzakir, Agoes Salim dan Raden Abikusno Tkokrosoejoso yang menghasilkan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945. Kemudian melalui proses dialogis, akhirnya Pancasila mencapai rumusan finalinya tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sejak saat itulah, Pancasila resmi menjadi dasar Negara Indonesia hingga saat ini.

Bahwa atas dasar fakta-fakta sejarah bangsa itulah, maka proses perumusan dan pembentukan Pancasila sebagai dasar negara, sejak dipidatokan Soekarno tanggal 1 Juni 1945, berkembang menjadi rumusan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 oleh Panitia Sembilan hingga mencapai rumusan final tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI adalah sebagai satu kesatuan proses sejarah lahirnya Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia merdeka oleh para pendiri bangsa Indonesia.

Atas berkat rahmat dan hidayh tuhan YME, setelah 71 tahun kelahiran Pancasila tanggal 1 Juni 1945 dan menjelang peringatan 71 tahun kemerdekaan bangsan dan Negara Indonesia, akhirnya Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai hari lahirnya Pancasila melalui sebuah Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.

Keputusan Presiden tersebut akhirnya telah melengkapi Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2008 yang telah menetapkan tanggal 18 Agustus 1945 sebagai Hari Konstitusi.

Atas dasar Keputusan Presiden yang telah menetapkan hari lahirnya Pancasila tersebut, kami Organisasi Kemasyarakatan Sosial Keagamaan, Pemuda dan mahasiswa dengan ini mengucapkan puji syukur kepada Tuhan YME dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo serta segenap bangsa Indonesia.

Sebuah keputusan bersejarah dan monumental bagi upaya bangsa Indonesoa mengembalikan roh dan jiwa Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara Indonesia yang harus terus-menerus dilestarikan dan diamalkan dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan.

Akhirnya kami dengan ini menyatakan ikrar dan sumpah setia untuk terus mengawal dan mengamalkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara yang final.

About Redaksi 4 Pilar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *